MauGowes Logo
BlogVideosBikesTop CyclistsKamus SepedaApps

Tag "rear derailleur"

Berbagi cerita seputar dunia sepeda

Menampilkan 4 dari total 4 post

udh
sram
SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger): Satu RD Hanger Bisa Untuk Semua Frame dan Semua Jenis RD

Teknologi sepeda terus berkembang pesat, terutama di bagian drivetrain yang sering jadi pusat perhatian. Salah satu inovasi yang lagi ramai dibicarakan adalah SRAM UDH (Universal Derailleur Hanger). Kalau kamu sering gowes di jalanan antah berantah, mungkin pernah mengalami masalah hanger derailleur bengkok atau rusak setelah jatuh. Nah, UDH hadir untuk menyelesaikan itu semua. Dalam artikel panjang ini, kita akan bahas secara mendalam mulai dari awal mula UDH, frame dan groupset yang support, sampai kompatibilitas dengan merek seperti Shimano dan Campagnolo. Yuk, simak biar kamu bisa upgrade sepeda dengan lebih smart! Apa itu SRAM UDH dan Mengapa Penting? Image credit SRAM.com Sebelum masuk ke detail, mari kita pahami dulu apa itu UDH. Singkatnya, UDH adalah standar hanger derailleur belakang yang dirancang oleh SRAM untuk menyatukan berbagai desain hanger yang sebelumnya beragam dan proprietory (khusus per frame). Hanger ini berfungsi sebagai "pengorbanan" yang melindungi derailleur dan frame saat ada benturan. Yang unik, UDH bisa berputar ke belakang saat terkena impact besar, sehingga derailleur terhindar dari kerusakan parah. Di Indonesia, di mana jalanan sering campur antara aspal mulus dan gravel kasar, UDH ini bisa jadi game-changer. Bayangkan, gak perlu lagi cari hanger khusus yang langka dan mahal di toko sepeda lokal. Cukup beli UDH standar yang tersedia di mana-mana, harga sekitar Rp 500.000–1 juta, dan pasang langsung. Plus, UDH membuka jalan buat teknologi Full Mount, di mana derailleur dipasang langsung ke frame tanpa hanger, bikin shifting lebih presisi dan kuat. Berikut adalah diagram sederhana UDH agar lebih gampang visualisasinya: Image credit nsmb.com Awal Mula SRAM UDH: Dari Masalah Hanger Ribuan Jenis ke Solusi Universal Cerita UDH dimulai dari masalah klasik di dunia cycling. Sejak dulu, hanger derailleur adalah bagian yang mudah rusak—dia seperti "bodyguard" yang sengaja dirancang lemah agar rusak duluan daripada derailleur atau frame. Tapi, masalahnya: ada ribuan jenis hanger di pasaran! Setiap brand frame punya desain sendiri, bikin susah cari pengganti. Pernah coba beli hanger online? Bisa-bisa salah ukuran atau model, apalagi kalau frame kamu langka. SRAM melihat peluang ini dan memperkenalkan UDH pada tahun 2019, awalnya untuk sepeda gunung (MTB). Tujuannya sederhana: standarisasi hanger agar mudah diganti, murah, dan kompatibel lintas brand. Ide ini seperti "Trojan horse" yang ramah—SRAM kasih lisensi terbuka ke semua produsen frame, sehingga adopsi cepat banget. Hanya dalam beberapa tahun, ratusan model MTB sudah pakai UDH. Tahun 2021, SRAM dapat paten untuk desain direct mount derailleur, yang ternyata jadi fondasi buat UDH berkembang. Kemudian pada 2023, lahir teknologi Full Mount, di mana derailleur seperti Eagle Transmission atau RED XPLR AXS bisa dipasang langsung ke frame via interface UDH. Ini bikin koneksi lebih kuat, shifting lancar bahkan di bawah beban berat, dan hilangkan risiko hanger patah. Awalnya fokus MTB, tapi di 2024–2026, UDH mulai merambah roadbike dan gravel. Brand seperti Trek, Giant, dan Canyon ikut adopsi, karena UDH backward compatible, artinya bisa pakai derailleur lama dengan hanger UDH. Di Indonesia, ini bagus banget buat rider yang suka mix-match komponen, tanpa takut incompatibility. Cara Kerja SRAM UDH: Lebih dari Sekadar Hanger Biasa Image credit rearmechhanger.com UDH bukan hanger sembarangan. Desainnya punya diameter lebih besar untuk kestabilan, dan bisa berotasi mundur saat terbentur batu atau ranting. Ini lindungi derailleur dari damage, terutama di rute off-road. Buat roadbike, manfaatnya di shifting yang lebih akurat dan tahan lama. Untuk Full Mount, hanger dilepas, dan derailleur "clamp" langsung ke frame. Hasilnya? Koneksi super kuat, kurangi variasi antar frame, dan shifting mulus meski di tanjakan curam. Tapi ingat, Full Mount hanya work di frame yang desainnya support UDH. Frame yang Support SRAM UDH di 2026 Credit by purpledshub.com Di 2026, hampir semua frame modern MTB support UDH, dan road/gravel mulai ikut. SRAM punya tool "Bike Finder" buat cek kompatibilitas—cukup masukin model, langsung tahu. Beberapa contoh frame populer: MTB: Trek Fuel EX, Scott Scale RC, Canyon Neuron, Specialized (banyak model), Giant, Yeti SB135, Starling Cycles. Road/Gravel: Trek Checkpoint SL/ALR, Madone Gen 8, Giant Revolt, State Bicycle Co Ti All Road, Fairlight (dengan modular dropout), Moots, OPEN Cycle UP/UPPER, Van Rysel RCR. Lainnya: Banyak custom framebuilder seperti Paragon Machine Works tawarin UDH option. Di Indonesia, frame seperti Polygon atau lokal custom bisa di-upgrade kalau desainnya allow. Kalau beli frame baru, pastiin UDH-compatible biar future-proof. Groupset yang Support SRAM UDH UDH adalah "jalan masuk" buat groupset SRAM terbaru. Groupset yang fully support (terutama Full Mount): SRAM Eagle Transmission (MTB, groupset lengkap dari crank sampai cassette). SRAM RED XPLR AXS (gravel/road, 13-speed, cassette 10-46t). SRAM Force XPLR AXS dan Rival XPLR AXS (versi gravel, wider crank untuk MTB/road mix). SRAM Apex (entry-level, bisa 1x atau 2x). Groupset lama SRAM juga compatible via hanger UDH, tapi buat Full Mount, harus frame UDH. Apakah Shimano Support SRAM UDH? Ya, Shimano compatible dengan UDH! Kamu bisa pasang derailleur Shimano (seperti GRX atau Shadow-style) di frame UDH menggunakan hanger standar. Buat Shimano Direct Mount (yang tanpa B-Link), ada adapter khusus dari Wheels Manufacturing yang bikin compatible tanpa perlu link tambahan. Shimano belum punya groupset khusus UDH seperti SRAM, tapi frame UDH bisa pakai groupset Shimano full tanpa masalah. Ini bagus buat rider Indonesia yang suka campur Shimano dengan frame modern. Catatan: Kalau pakai Full Mount SRAM, gak bisa ganti ke Shimano langsung—harus pakai hanger. Apakah Campagnolo Support SRAM UDH? Sama seperti Shimano, Campagnolo juga support UDH untuk derailleur standar (non-Full Mount). Brand seperti OPEN Cycle bilang frame UDH mereka bisa pakai Campagnolo (misal Ekar) dengan hanger UDH. Buat Direct Mount Campagnolo, mungkin perlu adapter mirip Shimano, tapi secara umum compatible. Campagnolo belum adopsi Full Mount seperti SRAM, jadi lebih ke backward compatibility. Kalau kamu fans Campy, UDH gak jadi penghalang Keuntungan UDH dan Masa Depan di Dunia Cycling Keuntungan utama: Mudah ganti hanger, shifting lebih baik, tahan banting, dan future-proof buat upgrade groupset. Di 2026, UDH diprediksi jadi standar universal, bahkan di roadbike, banyak brand bilang "all new road bikes" akan pakai UDH. Kita tunggu saja pergerakan dunia sepeda kedepannya. Referensi: https://www.sram.com/en/sram/mountain/products/udh 

24 hari yang lalu

278 views

dirrect mount rd
rear derailleur
Kenapa Pro Banyak Menggunakan Dirrect Mount Rear Derailleur Hanger

Dirrect mount rd (rear derailleur) hanger memiliki banyak kelebihan di banding rd hanger yang biasa kita temukan dengan b2 link, yakni untuk shifting yang lebih tepat / precise shifting, berikut penjelasannya. Perbedaan RD Hanger Biasa dengan Dirrect Mount Credit by weightweenies.starbike.com Gambar diatas adalah sample rd hanger yang biasa kita termukan di sepeda kebanyakan. dari Frame terpasang RD Hanger, untuk kemudian ada B2 link baru terpasang ke rear derailleur. Yang membedakan dengan dirrect mount adalah, dari frame, rd hanger akan langsung terhubung ke rear direilleur, tanpa b2 link, berikut gambarnya. Credit by weightweenies.starbike.com Keunggulan Dirrect Mount RD Hanger Lebih Ringan tapi Lebih Kuat Keunggulan pertama yang kita dapatkan tentu dari segi beratnya yang banyak berkurang, karena bukan rahasia lagi part yang bergerak akan lebih berat daripada part yang diam. Lebih Stiff sehingga Shifting Lebih Presisi Pernahkah mengalami ketiks shifting gear baik ringan atau besar, kelebihan beberapa gir atau bahkan tidak bergerak ke gear sesuai ekspetasi?, hal itu akan minim dialami ketika menggunakan dirrect mount rd hanger ini, apalagi di kombinasikan dengan electronic shifting membuat tingkat kepresisiannya mendekati 100%. Lebih Gampang Mengganti Roda Belakang Pernah melihat bagaiamana cepat mekanik di pro peloton mengganti roda belakang sepeda, salah satu hal yang membantu adalah penggunan dirrect mount rd hanger ini, tentu karena ruang yang lebih banyak untuk pergerakan roda ketika dilepas. Menemukan Dirrect Mount RD Untuk Sepeda Saya Mencari dirrect mount rd hanger akan lebih mudah untuk kamu yang menggunakan brand-brand sepeda terkenal, sebagai contoh penulis mencari RD Hanger Dirrect Mount untuk Giant TCR dan mudah di temukan di Tokopedia. Jika tidak menemukan di marketplace, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu di social media brand sepeda kamu, atau bisa buat custom di tempat-tempat pongrajin besi / custom made. - yussan Image Sources : https://weightweenies.starbike.com/

3 tahun yang lalu

1.41K views

dirrect mount
dirrect mount rd
Keuntungan Menggunakan Direct Mount untuk Rear Deraillieur

Penggunaan direct mount untuk rd / rear derailleurs banyak ditemukan untuk pesepeda pro, tentu bukan tanpa alasan hal tersebut terjadi, mari kita bahas lebih dalam apakah keunggulan dan kekurang dari dirrect mount untuk rear derailleur tersebut. Regular Mount RD Sebelum mulai lebih lanjut mounting yang kita bahas disini adalah mounting untuk Rear Deraillieur, atau basa di kenal dengan b-link, yang sisi atasnya terhubung ke rd hanger, dan sisi bawahnya terhubung ke rd.  Kita mulai dari mounting reguler terlebih dahulu, yang part ini merupakan bawaan dari penjualan rd. Adanya blink adalah membuat banyak sambungan dari rd ke frame, tujuannya agar memperbesar kemungkinan rd untuk bergerak, karena kita tahu di jalanan, jalan tidak selalu mulus, ada kalanya rd naik turun ketika sedang tilang melakukan perpindahan gigi, bisa karena getaran atau melewati jalan bergelombang. Tapi dengan sistem tersebut, jika mengalami impact yang lebih besar atau bahkan crash, b-link , lebih mudah untuk patah atau mengalami perubahan bentuk, karena memang ditujukan untuk keflesibilitasannya tadi. Semisal jika blink penyok kedalam, wah bisa-bisa rd mengenai spokes/jari-jari dan bisa merembet ke part lainnya. Tapi asalkan tidak mengalami impact sekeras sedemikian, maka sepeda kamu masih ok-oke saja menggunakan regular mount seperti ini. Direct Mount RD  Direct mount ini pertama kali dikenalkan oleh Shimano, dan tujuannya adalah menggantikan b-link bahkan hingga rd hangernya menjadi 1 kesatuan, sebiah mounting yang lebih kuat tapi tidak sefleksibel regular mount. Jika kita lihat pada perbandingan gambar di atas, betuk direct mount lebih miring kebelakang, hal ini juga memudahkan untuk melepas atau pasang ban dengan cepat terutama untuk yang menggunakan quick release. Hal penting lainnya adalah untuk daya tahan, karena di ajang balap sepeda pro, kecelkaan bisa saja terjadi, untuk meminimalisir kerusakan di bagian rd, penggunakan direct mount ini sangat penting karena lebih kuat. References : https://www.bike24.com/p2223698.html https://cyclingtips.com/2019/07/theres-a-flood-of-direct-mount-derailleur-hangers-at-the-tour-de-france-but-why/

5 tahun yang lalu

1.76K views

blog
rd hanger
Penyebab Rear Derailleur (RD) Hanger Mudah Bengkok atau Patah

Penulis pribadi belum pernah mengalami yang kejadian rd (rear derailleur) hanger patah, tapi banyak dijumpai teman-teman gowes yang mengalami hal tersebut. rd hanger memang dibuat terpisah dari frameset karena fungsinya sama seperti crumple zone pada mobil, yang mana ketika terjadi tekanan berlebih tidak akan langsung sampai ke frameset melainkan rd hanger akan patah sehingga force akan teredam di rd hanger tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab RD hanger kamu bisa patah ketika sedang di gunakan gowes.  Shifting Tidak Lancar Mudah sekali mengetahui apakah shifting dalam kondisi lancar atau tidak, ketika menaikan atau menurunkan rd apakah rantai langsung berpindah atau ada suara - suara keras karena rantai kesulitan berpindah, ada juga kondisi ketika shifting rantai tidak menuju ke gear yang tepat bisa melompati atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Jika kami mengalami hal tersebut, atur kembali rear derailleur kami agar lebih smooth dan sesuai dengan gear yang dituju. Karena jika dibiarkan selain rd hanger yang patah, bahkan rd kamu juga bisa terkena imbasnya. Crosschain Crosschain adalah kondisi rantai yang menyilang ketika, gear depan paling kecil dan gear belakang paling kecil atau gear depan paling besar dan gear belakang paling besar. Kondisi cross chain tersebut akan semakin parah jika kamu menggunakan sprocket lebih besar dari bawaan pabrik, bisa saja 30 dan keatasnya. Kondis crosschain tersebut membuat tekanan ekstra ke sisi kanan atau kiri dari fd, jika kondisi pedaling yang santai bisa saja tidak memberikan efek signifikan, tapi berbeda cerita ketika kamu melakukan pedalan dengan power yang tinggi. Kecelakaan / Sepeda Jatuh Semoga saja kita tidak pernah mengalami hal seperti ini, biarpun begitu tetap saja kecelakaan bisa terjadi pada siapapun. Jika kamu mengalami kecelakaan yang membuat sepeda terjatuh atau bahkan cuma sepeda jatuh karena salah parkir, pastikan kamu cek kembali rd hanger kamu.  Pengecekan cukup dilakukan dengan mata, apa rd hanger masih lurus dan sejajar dengan frame, jika ada bengkok besar kemungkinan shifting tidak akan lancar, tapi jika bengkoknya tidak terlalu parah kamu bisa melakukan servis dengan meluruskan kembali rd hanger tersebut hingga sejajar dengan frame. Sumber Gambar : https://www.bikeradar.com/advice/workshop/how-to-adjust-the-gears-on-your-bike/

5 tahun yang lalu

6.31K views

MauGowes Logo

MauGowes - Adalah platform online yang dibuat untuk kamu para pecinta sepeda. Disini kamu bisa dapat konten menarik dan sekalian belanja pula.

© 2026 MauGowes - All Right Reserved

Powered by Y&A Studio

Socials

YoutubeTelegramInstagramTwitterFacebookTokopediaShopee